BE BETTER
Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan seluruh civitas akademika, SMP Negeri 1 Mayong memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan tema “Mewujudkan Peserta Didik yang Beradab: Berbekal Ilmu dan Akhlak Nabi Muhammad SAW.”
Layaknya debat paslon dalam pilkada maupun pilpres,OSIS SMP Negeri 1 Mayong pagi ini (10/9) mengadakan debat terbuka bagi ketiga pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS. Ketiga paslon tersebut yaitu nomor urut 1: Ubaydillah dan Minata; Paslon nomor urut 2: Raditya dan Fairuz; Paslon nomor urut 3: Varo dan Amora.
datadikdasmen.com - Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam Jenjang SMP -
Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, memiliki visi mewujudkan Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045 dan delapan misi yang disebut Asta Cita. Untuk mendukung terwujudnya visi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengemban tugas untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang selaras dengan misi Asta Cita keempat yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
SDM unggul tersebut harus mempunyai delapan karakter utama bangsa yakni: religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri, serta ber- manfaat. Delapan karakter utama bangsa ini dapat tercapai melalui pembiasaan yang harus dilakukan oleh anak setiap hari sehingga membudaya. Jika kebiasaan ini diterapkan bertahun-tahun maka akan terinternalisasi pada diri anak menjadi karakter.
Pembiasaan yang harus dilakukan oleh anak setiap hari disebut dengan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, yakni :
1. Bangun pagi,
2. Beribadah,
3. Berolahraga,
4. Makan sehat dan bergizi,
5. Gemar belajar,
6. Bermasyarakat, dan
7. Tidur cepat.
Tujuh kebiasaan ini diharapkan dapat terlaksana setiap hari, berkelanjutan, hingga menjadi budaya, dan terinternalisasi menjadi karakter. Pembentukan karakter ini membutuhkan waktu dan keterlibatan berbagai pihak terutama keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan media.
Berikut ini Link Panduan Penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk Jenjang :
a. PAUD
Dunia pendidikan terus berkembang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Salah satu pendekatan terbaru yang mulai diperkenalkan adalah Deep Learning, sebuah metode yang menekankan pemahaman mendalam terhadap konsep dan keterampilan. Namun, benarkah pendekatan ini akan menggantikan Kurikulum Merdeka?
Beberapa pihak menganggap Deep Learning sebagai kurikulum baru yang akan menggantikan Kurikulum Merdeka di bawah kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Namun, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Deep Learning bukanlah kurikulum baru, melainkan pendekatan pembelajaran yang bertujuan memperdalam pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari. Dilansir dari Kompas.com, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Deep Learning adalah strategi pembelajaran yang memberikan pengalaman lebih bermakna dan menyenangkan bagi siswa.
Apa Itu Deep Learning?
Deep Learning dalam konteks pendidikan bukanlah istilah yang sama dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), melainkan sebuah metode yang menekankan pemahaman konsep secara mendalam. Pendekatan ini mendorong siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran, bukan sekadar menerima informasi secara pasif. Siswa diajak untuk menghubungkan teori yang dipelajari dengan dunia nyata, sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dan bermakna.
Tujuan utama dari Deep Learning adalah menciptakan pembelajaran yang lebih mendalam, kritis, dan bermakna, dengan memperhatikan tiga elemen utama:
Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada materi akademik, tetapi juga mengembangkan olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olahraga (kinestetik) secara terpadu.
Berpikir Kritis sebagai Kunci Deep Learning
Salah satu elemen penting dalam Deep Learning adalah kemampuan berpikir kritis (Critical Thinking), yang melibatkan:
Dengan berpikir kritis, siswa dapat lebih mandiri, mampu menyelesaikan masalah, dan lebih siap menghadapi tantangan di dunia nyata.
Langkah Implementasi Deep Learning
Agar pendekatan Deep Learning dapat diterapkan secara efektif di sekolah, diperlukan langkah-langkah strategis, di antaranya:
Mendikdasmen Abdul Mu’ti berharap bahwa pendekatan Deep Learning yang lebih humanis ini dapat membantu mengembangkan 8 dimensi profil lulusan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan, yaitu keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi.
Kesimpulan
Deep Learning bukanlah kurikulum baru yang menggantikan Kurikulum Merdeka, melainkan sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman mendalam, berpikir kritis, dan pembelajaran yang lebih menyenangkan. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan sinergi antara guru, siswa, orang tua, dan lingkungan sekolah agar pendidikan yang lebih bermakna dan relevan dapat terwujud.
Sudah siapkah Anda menerapkan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di sekolah?
(Editor: Erfi Susanti)
Sumber: https://bpmpbengkulu.kemdikbud.go.id/akankah-deep-learning-menggantikan-kurikulum-merdeka/
JEPARA (SUARABARU.ID) – Dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke 44, SMP Negeri 1 Mayong menyelenggarakan beberapa kegiatan.
JEPARA (SUARABARU.ID) -Sebanyak 286 siswa kelas VII SMP Negeri 1 Mayong semangat mengikuti kegiatan “Pelatihan Pembuatan Minuman Tradisional” sebagai salah satu rangkaian pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada tema kewirausahaan di halaman indoor SMP Negeri 1 Mayong, Kamis 16 Oktober 2024.
JEPARA (SUARABARU.ID)- Dalam rangka memupuk dan meningkatkan karakter religius peserta didik, SMP Negeri 1 Mayong memperingati hari lahir Nabi Muhammad saw.
A. Latar Belakang
Sebelum lahirnya OSIS, di sekolah-sekolah tingkat SLTP dan SLTA terdapat organisasi yang bebagai macam corak bentuknya. Ada organisasi siswa yang hanya dibentuk bersifat intern sekolah itu sendiri, dan ada pula organisasi siswa yang dibentuk oleh organisasi siswa di luar sekolah. Organisasi siswa yang dibentuk dan mempunyai hubungan dengan organisasi siswa dari luar sekolah, sebagian ada yang mengarah pada hal-hal bersifat politis, sehingga kegiatan organisasi siswa tersebut dikendalikan dari luar sekolah sebagai tempat diselenggarakannya proses belajar mengajar.
Akibat dari keadaan yang demikian itu, maka timbullah loyalitas ganda, disatu pihak harus melaksanakan peraturan yang dibuat Kepala Sekolah, sedang dipihak lain harus tunduk kepada organisasi siswa yang dikendalikan di luar sekolah.
Dapat dibayangkan berapa banyak macam organisasi siswa yang tumbuh dan berkembang pada saat itu, dan bukan tidak mungkin organisasi siswa tersebut dapat dimanfaatkan untuk kepentingan organisasi di luar sekolah.
Itu sebabnya pada tahun 1970 sampai dengan tahun 1972, beberapa pimpinan organisasi siswa yang sadar akan maksud dan tujuan belajar di sekolah, ingin menghindari bahaya perpecahan di antara para siswa intra sekolah di sekolah masing-masing, setelah mendapat arahan dari pimpinan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Pembinaan dan pengembangan generasi muda diarahkan untuk mempersiapkan kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional dengan memberikan bekal keterampilan, kepemimpinan, kesegaran jasmani, daya kreasi, patriotisme, idealisme, kepribadian dan budi pekerti luhur.
Oleh karena itu pembanguan wadah pembinaan generasi muda di lingkungan sekolah yang diterapkan melalui Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) perlu ditata secara terarah dan teratur.
Betapa besar perhatian dan usaha pemerintah dalam membina kehidupan para siswa, maka ditetapkan OSIS sebagai salah satu jalur pembinaan kesiswaan secara nasional. Jalur tersebut terkenal dengan nama “Empat Jalur Pembinaan Kesiswaan”, yaitu:
Dengan dilandasi latar belakang sejarah lahirnya OSIS dan berbagai situasi, OSIS dibentuk dengan tujuan pokok : Menghimpun ide, pemikiran, bakat, kreativitas, serta minat para siswa ke dalam salah satu wadah yang bebas dari berbagai macam pengaruh negative dari luar sekolah. Mendorong sikap, jiwa dan semangat kasatuan dan persatuan di antara para siswa, sehingga timbul satu kebanggaan untuk mendukung peran sekolah sebagai tempat terselenggaranya proses belajar mengajar. Sebagai tempat dan sarana untuk berkomunikasi, menyampaikan pemikiran, dan gagasan dalam usaha untuk mematangkan kemampuan berpikir, wawasan, dan pengambilan keputusan.
B. Pengertian OSIS
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh siswa-siswa yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah. Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Dalam upaya mengenal, memahami dan mengelola OSIS perlu kejelasan mengenai Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Struktur OSIS. Dengan mengetahui pengertian, tujuan,fungsi, dan struktur yang jelas, maka akan membantu Pembina peengurus dan perwakilan kelas untuk mendayagunakan OSIS ini sesuai dengan fungsi dan tujuannya.
Pengertian OSIS meliputi :
OSIS dipandang sebagai suatu sistem ditandai beberapa ciri pokok, yaitu:
C. Landasan Hukum OSIS
Landasan hukum OSIS adalah :
D. Tujuan OSIS
Tujuan OSIS adalah :
E. Fungsi OSIS
OSIS memiliki 3 fungsi yaitu :
F. Tugas dan Struktur Organisasi OSIS
Struktur keorganisasian dalam OSIS meliputi :
Rincian tugas para pengurus OSIS adalah :
1. Ketua
2. Wakil Ketua
3. Sekretaris
4. Wakil Sekretaris
5. Bendahara dan Wakil Bendahara
6. Ketua Seksi
Rincian program OSIS di setiap seksi bidang dengan tugas adalah:
1. Seksi Pembinaan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2. Seksi Pembinaan budi pekerti luhur atau akhlak mulia
3. Seksi Pembinaan kepribadian unggul, wawasan kebangsaan, dan bela negara
4. Seksi Pembinaan prestasi akademik, seni, dan/atau olahraga sesuai bakat dan minat
5. Seksi Pembinaan demokrasi, hak asasi manusia, pendidikan politik, lingkungan hidup, kepekaan dan toleransi sosial
6. Seksi Pembinaan kreativitas, keterampilan dan kewirausahaan
7. Seksi Pembinaan kualitas jasmani, kesehatan dan gizi berbasis sumber gizi yang terdiversifikasi
8. Seksi Pembinaan sastra dan budaya
9. Seksi Pembinaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
10. Seksi Pembinaan komunikasi dalam bahasa Inggris
G. Lambang OSIS
1. Bunga bintang sudut lima dan lima kelopak daun bunga
Generasi muda adalah bunga harapan bangsa dengan bentuk bintang sudut lima menunjukkan kemurnian jiwa siswa yang berintikan Pancasila. Para siswa berdaya upaya melalui lima jalan dengan kesungguhan hati, agar menjadi warga negara yang baik dan berguna. Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga, yaitu: abdi, adab, ajar, aktif, dan amal.
2. Buku terbuka
Melambangkan belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan sumbangsih siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara.
3. Kunci pas
Kemauan bekerja keras akan menumbuhkan rasa percaya pada kemampuan diri dan bebas dari ketergantungan pada belas kasihan orang lain, menyebabkan siswa berani mandiri. Kunci pas adalah alat kerja yang dapat membuka semua permasalahan dan kunci pemecahan dari segala kesulitan.
4. Tangan terbuka
Kesediaan menolong orang lain yang lemah sesama siswa dan masyarakat yang memerlukan bantuan dan pertolongan, yang menunjukkan adanya sikap mental siswa yang baik dan bertanggung jawab.
5. Biduk
Biduk atau perahu, yang melaju di lautan hidup menuju masa depan yang lebih baik, yaitu tujuan nasional yang dicita – citakan.
6. Pelangi merah putih
Tujuan nasional yang dicita–citakan adalah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera baik material maupun spiritual.
7. Tujuh belas butir padi, delapan lipatan pita, empat buah kapas, lima daun kapas
Pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah peristiwa penegakan jembatan emas kemerdekaan Indonesia mengandung nilai–nilai perjuangan ’45 yang harus dihayati para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal perlu diisi dengan partisipasi penuh para siswa.
8. Warna kuning
Sebagai dasar lambang yaitu warna kehormatan/agung. Suatu kehormatan bila generasi muda diberi kepercayaan untuk berbuat baik dan bermanfaat melalui organisasi, untuk kepentingan dirinya dan sesama mereka, sebagai salah satu sumbangsih nyata kepada tanah air, bangsa dan negara.
9. Warna coklat
Sifat kedewasaan dan sikap rela berkorban bagi tanah air.
10 Warna merah putih
Warna kebangsaan Indonesia yang menggambarkan hati yang suci dan berani membela kebenaran.
by Admin.